5 Tips Menghadapi Anak Tantrum

sumber : jatik.com

Pernahkah kamu melihat anak kecil yang sedang marah-marah, menangis atau bahkan mengamuk di depan umum? Wah, untuk para orang tua mungkin hal ini sudah biasa ya. Kondisi anak dalam keadaan seperti diatas disebut dengan tantrum.

Tantrum atau tantrum temper adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang –orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis,menjerit bahkan sampai ada yang merusak benda-benda disekitarnya.

Dilansir dalam healthofchildren.com tantrum merupakan sebuah kemarahan dan frustasi yang ekstrim yang ditandai dengan tangisan atau teriakan, melempar benda bahkan sampai meukai orang lain. Tantrum dapat terjadi pada usia 15 bulan, dan paling sering terjadi pada usia dua sampai empat tahun.

Meskipun ini adalah hal yang sangat umum, namun moms harus punya cara jitu untuk menghentikan tantrumnya, sebab jika dibiarkan dan berlanjut bisa berbahaya dan menimbulkan kebiasaan yang kurang baik untuk anak. Tantrum sebenarnya salah satu cara belajar anak untuk berkomunikasi.

Mungkin moms bingung, malu dan risih saat anak mengamuk di depan umum, misalnya saat berbelanja atau mengajaknya keluar, ada keinginan yang tidak dipenuhi kemudian si anak marah-marah. Nah, untuk itu, kali ini akan diulas beberapa tips mengenai bagaimana cara menghentikan anak tantrum.

1. Kenali penyebab tantrum pada anak

sumber ;shuttershock

Sebelum menghadapi anak tantrum, ada baiknya moms perlu mengetahui lebih dulu apa yang menyebabkanya, sebenarnya cara termudah untuk menghentikan tantrum adalah saat moms memenuhi apa yang diinginkannya, tapi ini bukan termasuk cara yang baik ya moms.

Moms perlu berkomunikasi dengan anak secara perlahan dan mendengarkan apa yang anak rasakan. Lalu berikan mereka pengertian, dan tunjukan pada anak bahwa moms peduli dan cinta terhadap mereka.

Moms harus tenang dan tidak terpancing emosi ketika menghadapi anak tantrum, karena perilaku seperti ini sebenarnya karena mereka sedang mencari perhatian. So, jangan pernah marah-marah dan apalagi sampai memukul ya moms ketika menghadapi anak tantrum.

2. Berikan anak pengalihan perhatian

mengatasi tantrum anak-sumber: getty image

Carilah pengalihan dari sesuatu yang diinginkan oleh anak yang sedang tantrum. Cara ini mungkin cukup efektif. Berikan pengalihan agar mereka lupa dengan tantrumnya.

Misalnya moms bisa mengajaknya bermain bersama atau jajanan kesukaannya, atau hal lain yang membuat anak dapat lupa dan berhenti dari tantrumnya.

3. Jangan Menyerah, Jika di perlukan minta bantuan dari orang lain

Ketika anak mengalami tantrum moms jangan menyerah ya, jangan selalu memberikan apa yang diinginkannya. Moms juga tidak perlu khawatir dan panik karena sebenarnya tantrum akan hilang perlahan dari anak. Kecuali jika tantrum anak sudah membahayakan dirinya.

Moms bisa meminta bantuan dengan orang terdekat seperti neneknya atu tante dan omnya misalnya dengan meminta pendapat “om, ade mau permen, padahal lagi batuk, kalau batuk tidak baik makan permen ya om”. Mungkin saja dia malah akan perhatian kepada orang yang mengajaknya berbicara dan lupa dengan keinginannya.

Itulah beberapa trik menghadapi anak tantrum, jika memang intensitas tantrum si anak ini berlebihan dan dianggap berbahaya , moms bisa mencoba mengkonsultasikannya dengan dokter anak atau ahli psikologis.

Tetapi jika masih tergolong jarang dan tantrumnya aman tidak melukai dirinya sendiri, moms bisa mencoba beberapa cara diatas untuk menghentikan tantrumnya. So, selalu berikan anak perhatian dan cinta terhadap anak ya moms. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *