Macam-macam Pertanyaan dalam Kuesioner Penelitian

Kita

Dikutip dari website gurupendidikan, kuesioner atau angket adalah salah satu instrument yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan untuk mengumpulkan dan menggali suatu informasi yang biasanya digunakan untuk peneltian. Dalam kuesioner, peneliti akan memberikan daftar-daftar pertanyaan di kertas atau dokumen dan responden hanya perlu mengisi setelah itu memberikannya kembali kepada peneliti.

Dalam buku Sosiologi untukSMA dan MA Kelas XII Jilid 3, dalam membuat kuesioner, terdapat macam-macam tipe pertanyaan, yaitu pertanyaan tertutup, pertanyaan terbuka serta pertanyaan semi terbuka.

 

  1. Kuesioner dengan Pertanyaan Tertutup

Pertanyaan tertutup berarti peneliti sudah menyediakan pilihan jawaban dan responden hanya perlu untuk mengisinya saja. Bisa dengan pertanyaan ‘Ya atau Tidak’, pilihan ganda atau pendapat ‘Setuju sampai dengan Tidak Setuju’.

Kelebihan dari pertanyaan tertutup adalah proses pengolahan datanya mudah karena jawaban tidak terlalu banyak sehingga hanya memerlukan waktu yang sedikit. Namun, dengan memberikan pertanyaan tertutup, responden tidak bebas untuk mengutarakan pendapatnya karena pilihan jawabannya sudah ditentukan.

 

            Contoh Pertanyaan Tertutup

1. Ya atau Tidak

Apakah anda pernah menggunakan KRL Commuter Line?

  1. Pernah
  2. Tidak Pernah

Dalam model pertanyaan seperti ini, responden hanya perlu menjawab satu pilihan saja, yaitu Pernah atau Tidak Pernah.

 

2. Pilihan Ganda

Seberapa sering anda menggunakan KRL Commuter Line? (Dalam sebulan)

  1. Sering (> 5 kali)
  2. Kadang-kadang (2-5 kali)
  • Jarang (1-2 kali)

Dengan memberikan pertanyaan seperti ini, peneliti ingin mengetahui sebuah frekuensi pemakaian.

3. Pendapat

NO.

PERNYATAAN

PILIHAN JAWABAN

Semakin Baik (3)

Sama Saja (2)

Semakin Buruk (1)

Pelayanan

1.Kecepatan petugas loket dalam melayani pembelian tiket KRL   
2.Keramahan petugas loket   
3.Keramahan security   
Baca Juga :  5 Jurusan Kuliah Paling Disukai Mahasiswa

 

Untuk mengisi ini, biasanya responden hanya perlu mengisi tanda (Ö) untuk jawaban yang responden akan berikan.

 

  1. Kuesioner dengan Pertanyaan Terbuka (Open Question)

Lain halnya dengan pertanyaan tertutup, pertanyaan terbuka berarti peneliti memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban dengan kalimatnya sendiri.

Tentu saja dengan tidak memberikan pilihan jawaban, informasi yang didapat akan menjadi kaya dan luas. Namun juga memerlukan waktu lama bagi responden untuk menjawab pertanyaan maupun peneliti untuk memproses jawabannya karena jawaban-jawaban tersebut pasti beragam macamnya.

 

Contoh Pertanyaan Terbuka

Bagaimana pendapat Anda tentang kenaikan tiket KRL Commuter Line?

            à ……………….

 

Dalam pertanyaan ini, peneliti berharap responden dapat mengutarakan pendapatnya secara bebas tanpa diberi batasan.

 

  1. Kuesioner dengan Pertanyaan Semi Terbuka  (Open and Closed Question)

Kuesioner dengan pertanyaan kombinasi seperti ini berarti peneliti sudah menyiapkan pilihan-pilihan jawaban namun peneliti juga memberikan kebebasan kepada responden jika responden memiliki jawabannya sendiri.

Kelebihan dari pertanyaan kombinasi ini adalah jawaban menjadi kaya karena responden berkesempatan untuk mengeksplor jawabannya, namun sama dengan kelemahan pertanyaan terbuka, karena jawabannya yang beragam, bisa jadi dibutuhkan waktu yang lama untuk memproses datanya.

 

            Contoh Pertanyaan Terbuka dan Tertutup

Apakah alasan utama anda menggunakan KRL Commuter Line?

  1. Bersih
  2. Nyaman
  • Cepat
  1. Transportasi paling mudah
  2. Dekat Dari Kantor
  3. Lainnya: …………..

 

Dalam pertanyaan ini, peneliti tetap memberikan pilihan kepada responden. Namun jika pilihan tersebut tidak ada yang sesuai dengan pengalaman responden, maka responden bebas untuk menyebutkan jawabannya di pilihan “Lainnya”.

Peneliti dapat bebas memilih jenis pertanyaan apa saja yang akan diambil, tergantung dengan kebutuhan dan topik penelitiannya. Namun bukan berarti peneliti hanya boleh memilih satu jenis pertanyaan saja, justru kalau memang diperlukan, peneliti boleh menggabungkan tipe-tipe pertanyaan tersebut dalam satu penelitian.

Baca Juga :  Cara Menganalisis dan Menginterpretasikan Data-data Hasil Penelitian Kualitatif

 

Dalam memilih tipe-tipe pertanyaan dan membuat pertanyaan yang akan digunakan di penelitian, kamu sebagai peneliti sebaiknya memberikan petunjuk yang jelas kepada responden tentang bagaimana cara pengisiannya. Kamu tidak mau kan jika ada reponden yang mengisi asal-asalan hanya karena tidak mengerti apa yang kamu maksud? Selamat membuat kuesioner penelitian!

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags