Sistematika Penulisan Jurnal Rumpun Ilmu Sosial

Kita

 

Skripsi aku sudah selesai nih, tapi aku bingung bagaimana caranya ya bisa dibuat dalam bentuk jurnal”.

Pernyataan ini bisa ditemukan umumnya pada teman-teman yang sedang mengemban studi S1. Hal ini dikarenakan mereka baru pertama kali bersentuhan dengan riset ilmiah. Jurnal pada dasarnya adalah bentuk ringkas dari karya tulis penelitian yang berkisar antara 7-15 halaman. Konten jurnal merepresentasikan konten dalam karya tulis penelitian secara keseluruhan. Namun, bagaimana sebetulnya bentuk jurnal? Mari simak format penulisannya dalam ulasan berikut ini.

 

Judul

Judul dalam jurnal merupakan judul yang sama dengan penelitian yang dilakukan. Judul pun harus dituliskan dengan jelas sehingga mempermudah pembacanya untuk mengetahui isi dari jurnal. Misalnya “Hubungan antara Kedekatan Orang Tua dan Anak dengan Intelegensi Anak Usia Dini”. Judul seperti itu terlihat sudah cukup menggambarkan isi dari jurnal.

 

Abstrak

Abstrak umumnya memiliki konten yang sama dengan hasil penelitian. Di dalamnya terdapat penjelasan tentang topik penelitian, teori yang dipakai, metode, hasil, dan kesimpulan. Penulisan abstrak ini tidak boleh menyertakan kutipan atau referensi, serta umumnya tidak lebih dari 400 kata. Cara paling mudah untuk menulis abstrak adalah kamu cukup mengutip poin yang penting dari masing-masing bagian dalam jurnal. Dengan begitu, kamu lebih mudah menyusun abstrak untuk jurnalmu.

 

Introduction/Pendahuluan

Bagian ini menjelaskan bagaimana pandangan teori-teori terdahulu atau tema serupa, dan membahas bagaimana fenomena yang kamu tuliskan dalam jurnal tersebut akan dilihat. Dengan begitu, pembacanya bisa mendapatkan informasi pada bagian ini dan mengetahui tujuan kamu secara spesifik dalam membuat jurnal. Akan tetapi, jangan membuat pendahuluan yang terlalu luas atau bertele-tele ya!

 

Baca Juga :  5 Jurusan Kuliah Paling Jarang Peminatnya

 

Metodologi

Bagian metodologi akan membahas mengenai cara pengupasan topik dengan lebih mendalam. Paradigma, teknik pengambilan sample atau kriteria informan, dan hal lain masuk dalam bab metodologi dalam penelitian ditulis pada bagian ini. Contohnya jika judul jurnalnya adalah “Hubungan antara Kedekatan Orangtua dan Anak dengan Intelegensi Anak Usia Dini” maka partisipannya adalah orang tua yang memiliki anak usia dini yang berada di Jabodetabek misalnya.  Kemudian, teknik pengambilan sampelnya adalah menggunakan random sampling. Hal-hal tersebut tercantum dalam jurnal di bagian metodologi ini.

 

 

Hasil dan Diskusi

Sementara itu, pada bagian hasil dan diskusi, penulis memaparkan temuan-temuan penting dari hasil penelitian. Biasanya berupa gambar, tabel dan teks. Kemudian, hasil dan diskusi ini pastinya diperoleh dari hasil perhitungan dari data-data yang sudah kamu dapatkan dari partisipan atau sampel penelitian.

 

Daftar Pustaka

Pada bagian daftar pustaka, kamu tidak perlu mengubah format apa pun karena format penulisannya sama dengan yang ada dalam karya tulis ilmiahmu. Jadi, kamu cukup menyesuaikan dengan sumber-sumber yang ada dalam karya tulismu saja. Jangan sampai lupa untuk menuliskan referensi yang memang benar-benar kamu pakai dalam jurnalmu ya!

 

Pada intinya, jurnal merupakan bentuk ringkas dari penelitian ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, dan bentuk karya tulis ilmiah lain). Secara umum, jurnal terdiri dari abstrak, pendahuluan yang juga memuat teori, metodologi, diskusi, dan juga referensi. Dikarenakan merupakan bentuk singkat dari penelitian yang telah dilakukan, jurnal harus berisi masalah utama dan hasil-hasil penting agar tidak menyamarkan inti penelitian meski pun telah disingkat.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags