Ini Dia Jenis-Jenis Observasi dalam Sebuah Penelitian

Kita

 

Apabila kamu sedang melakukan penelitian, pastinya kamu akan membutuhkan data sebagai dasar dari analisis yang hendak dilakukan. Data dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan observasi. Secara umum, observasi merupakan kegiatan mengamati suatu objek dan mengambil kesimpulan dari pengamatan tersebut.

Berbeda dengan metode wawancara dan kuesioner, metode ini dilakukan tanpa mengajukan pertanyaan pada subjek yang diteliti. Sebab, terkadang perilaku alamiah dari objek yang diteliti dapat memberikan informasi yang lebih jujur, bukan? Responden diteliti dengan memperhatikan tingkah laku mereka dalam sebuah situasi tertentu, dan peneliti memperhatikan ekspresi, emosi, tingkat konsentrasi, minat, maupun bahasa tubuh dari subjek penelitian. Metode observasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berikut ini adalah penjelasannya.

 

Jenis-jenis observasi berdasarkan peran peneliti

Sekaran dan Bougie dalam buku “Research Methods for Business: A Skill Building Approach (5th ed.)” memaparkan jenis-jenis observasi berdasarkan peran peneliti pada saat pelaksanaannya, yaitu:

 

  1. Observasi non-partisipan

Pada observasi non-partisipan, peneliti mengumpulkan data yang dibutuhkannya tanpa menjadi bagian dari situasi yang terjadi. Peneliti memang hadir secara fisik di tempat kejadian, namun hanya mengamati serta melakukan pencatatan secara sistematis terhadap informasi yang diperolehnya. Observasi jenis ini harus dilakukan dalam suatu periode yang panjang agar seluruh data yang dibutuhkan benar-benar terkumpul secara lengkap, sehingga memakan waktu yang cukup lama. Contoh dari jenis ini ialah pengamatan peneliti pada aktivitas di suatu perusahaan untuk mencatatkan aktivitas harian para manajer. Peneliti tidak terlibat dalam aktivitas tersebut, namun dapat memperoleh data.

 

  1. Observasi partisipan

Peneliti juga dapat mengambil peran dalam situasi yang berlangsung. Pada jenis ini, peneliti menjadi salah satu orang yang melakukan aktivitas yang diteliti. Dengan demikian, peneliti mendapatkan pengalaman secara langsung dari aktivitas tersebut sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih mendalam. Contohnya, seorang peneliti ikut tinggal bersama suatu suku tertentu untuk mengetahui bagaimana adat dan kebiasaan suku tersebut dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Jenis dan Metode Pengambilan Sampel Dalam Melakukan Riset

 

Jenis-jenis observasi berdasarkan pola pelaksanaannya

Metode observasi juga dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan pola pelaksanaannya. Kedua jenis tersebut, sebagaimana dikemukakan oleh Sutrisno Hadi dalam buku “Metodologi Research”, antara lain:

 

  1. Observasi terstruktur

Observasi ini disebut juga observasi sistematis. Observasi jenis ini dilakukan berdasarkan pola yang ditentukan oleh peneliti. Peneliti membuat daftar yang berisikan kategori aktivitas-aktivitas atau fenomena-fenomena apa saja yang perlu diperhatikan. Format pencatatan data juga terlebih dahulu dibuat secara spesifik, sehingga observasi yang dilakukan menjadi lebih efisien dan waktu yang diperlukan lebih pendek. Biasanya hal tersebut mungkin dilakukan apabila peneliti memiliki kuasa untuk mengendalikan situasi yang ada, atau telah memiliki gambaran mengenai apa yang akan terjadi. Contoh paling sederhananya adalah observasi saat karyawisata, dimana siswa diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait karyawisata tersebut.

 

  1. Observasi tidak terstruktur

Observasi ini disebut juga observasi eksperimental. Pada jenis observasi ini, peneliti tidak membatasi pengamatannya pada hal-hal tertentu saja. Peneliti mencatat seluruh informasi yang didapatkan pada saat pelaksanaan observasi. Biasanya jenis ini banyak dilakukan pada penelitian kualitatif. Setelah memperoleh data sepanjang periode tertentu, peneliti akan mengamati pola yang ada dalam rangka menarik temuan secara induktif. Observasi ini dilakukan apabila peneliti tidak memiliki kuasa atas situasi, atau terdapat kemungkinan bahwa situasi akan berkembang diluar kendali. Contohnya adalah observasi perilaku hewan liar pada habitat alaminya.

 

Secara keseluruhan, jenis-jenis observasi yang disebutkan di atas bisa dilakukan dalam sebuah penelitian. Kamu dapat menentukan jenis mana yang lebih tepat untuk rancangan penelitianmu, berdasarkan kebutuhan akan data dan juga keterbatasan-keterbatasan yang kamu miliki. Selamat mencoba!

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags