8 Penokohan dalam Sebuah Drama

Kita

 

Kapankah terakhir kali Anda melihat pertunjukan drama di atas panggung? Drama merupakan sebuah karya sastra, tidak diciptakan untuk dibaca saja, namun juga untuk dibuat pementasannya. Di dalam sebuah drama terbanyak beragam tokoh dengan peran dan wataknya masing-masing. Masing-masing tokoh memiliki sebutan, dan tanpa mereka sebuah cerita tak akan terasa “hidup”. Lalu, apa saja penokohan yang ada dalam sebuah drama? Berikut penjelasannya.

 

  1. Protagonis

Merupakan tokoh, pelaku, dan pemeran utama yang menjadi pusat dari cerita yang memiliki sifat baik. Tokoh inilah yang menentukan jalannya cerita. Segala keputusannya menjadi penentu cerita. Memang keberadaan tokoh protagonis adalah untuk menghadapi dan mengatasi persoalan yang muncul untuk suatu tujuan. Persoalan ini bisa berasal dari tokoh lain, kekurangan dirinya sendiri, bahkan alam sekalipun.

 

  1. Antagonis

Tokoh ini merupakan lawan dari tokoh protagonis. Ia memerankan sifat buruk, menjadi musuh dan menyebabkan konflik. Umumnya protagonis dan antagonis tak pernah akur, mereka kerap bertikai. Watak antagonis yang angkuh, arogan, kuat, serta kontradiktif dari protagonis membuat beberapa cerita drama mencapai klimaks.

Kedudukan tokoh antagonis pun adalah menghalangi dan menghambat tujuan tokoh protaginis. Tak jarang antagonis sesekali unggul dari protagonis, ia berhasil membuat pemeran utama (protagonis) jatuh. Namun kembali lagi, protagonis adalah tokoh utama dan harus bangkit dan mencapai tujuannya.

 

  1. Deutragonis

Jika ada tokoh yang berpihak pada protagonis, dia adalah deutragonis. Tokoh ini berusaha membantu protagonis untuk menyelesaikan masalahnya. Tak hanya itu, deutragonis turut menjalankan itikad protagonis dan terkadang menjadi tempat pengaduan bagi tokoh protagonis. onis adalah tokoh lain yang berada di pihak tokoh protagonis. Peran ini ikut mendukung menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh toko.

Baca Juga :  Menikmati Keseruan Drama Teater: Contoh-contoh yang Menarik untuk Diikuti

 

  1. Tritagonis

Penjaga kedamaian, netral, dan tidak berpihak, itulah tritagonis. Tokoh ini biasanya memberikan pendapat dan nasehatnya bagi tokoh protagonis dan antagonis. Ia merupakan penengah, biasanya memiliki watak yang sederhana, berwibawa, dan bijaksana. Tak hanya itu, tokoh ini biasanya punya perasaan yang terbuka dan juga memiliki wawasan yang luas. Karena itulah ia selalu mencari jalan terbaik untuk tokoh protagonis dan antagonis.

 

  1. Foil

Tokoh ini terlibat dalam konflik antara protagonis dan antagonis. Hanya saja ia berpihak pada tokoh antagonis. Tujuannya sama seperti tokoh antagonis, yaitu untuk menghalangi tujuan tokoh protagonis meraih tujuannya. Tokoh foil biasanya menjadi tempat pengaduan untuk antagonis. Selain itu, ia juga memberikan nasehat, namun nasehatnya justru memperburuk kondisi tokoh antagonis.

 

  1. Confident

Tokoh confident sekilas serupa dengan deutragonis yaitu sama-sama mendapat kepercayaan dari tokoh protagonis. Tapi ada perbedaan antara kedua tokoh ini. Deutragonis membantu protagonis untuk menjalankan itikadnya namun tak sepenuhnya menjadi tempat pengaduan protagonis tentang pendapat personalnya. Sementara itu, confident mendapat kepercayaan penuh dari protagonis sebagai tempat mengadu dan mengutarakan pendapat personal. Pendapat-pendapat protagonis ini umumnya tidak boleh diketahui oleh tokoh lain. Hanya confident dan penonton yang boleh mengetahui pendapat tersebut.

 

  1. Raisonneur

Anda tak akan melihat keberadaan tokoh raisonneur dalam sebuah drama. Namun, Anda dapat mendengarkan suaranya berkisah tentang drama yang sedang dipentaskan. Suaranya ini menjadi “corong bicara” keseluruhan cerita. Biasanya ia akan menceritakan pengantar setiap plot untuk menjelaskan kisah apa yang sedang diperankan oleh para tokoh.

 

  1. Utility

Familiar dengan pemeran pembantu? Inilah utility. Ia menjadi tokoh pembantu atau pelengkap untuk mendukung rangkaian cerita agar berkesinambungan. Tokoh utility biasanya merupakan penghibur. Meski terkesan tidak penting, namun tokoh utility membuat setiap adegan semakin jelas dan terasa nyata.

Baca Juga :  Kegiatan Evaluasi Pementasan Teater: Penting dan Seru!

Setelah mengetahui jenis-jenis penokohan di atas, sadarkah Anda bahwa setiap acara televisi maupun buku yang Anda baca memiliki kedelapan tokoh tersebut? Semuanya menjalankan peran masing-masing untuk memberi “nyawa” bagi sebuah cerita. Tanpa tokoh-tokoh ini, cerita yang Anda tonton dan baca akan terasa menonton. Drama memang karya sastra yang sangat humanis, di mana membuat sebuah cerita benar-benar terasa “hidup”.

Artikel Terkait

Bagikan:

Tags